Minggu, 23 Oktober 2011

Hari Yang Takkan Pernah Kembali

aku tenggelam dalam hujan
janji ini hanya mimpi?
lalu apa mimpi ini? 

 
aku ingin melihat kalian semua
aku ingin mencintai kalian semua
tapi ini begini caranya?bukan 

 
ketika tangan kita menggenggam bersama
ada angin dingin yang datang dari arah berlawanan
meskipun aku masih bisa bernafas,akhirnya aku runtuh juga
jika kamu bisa mencintai aku lebih dari kata-kata
aku percaya hanya kamu yang berdiri di depan ku
tiba-tiba teringat masa lalu,kali pertama kita bertemu
tidak dapat mengisi kerapuhan ini,bingung di antara air mata 

 
meskipun aku menemukan kenyamanan di dalam kedamaian ini
kamu,bayanganmu,menghancurkanku dari sisi lain 

 
aku ingin melihat kalian semua
aku ingin mencintai kalian semua
jawabannya adalah tenggelam dalam senyum
ketika bayanganku,menghilang kamu tidak mencintai
kami membawa mereka bahwa aku tidak bisa membiarkannya menghilang 

 
meskipun aku melemparkan kata-kata padamu,jika kamu bisa mencintaiku
aku bisa percaya,hanya kamu yang berdiri di depan ku
masa lalu tiba-tiba teringat,menyakitkan setiap kali kamu menyentuhku
aku ingin mencintaimu untuk kekosongan hati ini
karena aku tidak akan membiarkan kamu melihat bagaimana aku menyeka air mata ku
tidak ada lagi tawa di depan ku 

 
menyembunyikan?,ini bukan kami berdua "selamat tinggal"
betapa aku ingin menangis bersama-sama dengan mu di "perpisahan"
kembali berfikir tentang hal itu,aku ingin kamu melupakan
dan menempatkan aku di dalam ruang kosong
jangan mengejar,hari-hari telah berlalu 

 
jangan meninggalkan sesuatu yang lebih dari apa yang sudah pergi
aku memegang ini selamat tinggal,karena aku tertidur
dan panas yang lenyap seperti tembakau 

 
hari-hari yang tak kan pernah kembali,orang yang ku cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar