Tampilkan postingan dengan label semua tentang kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semua tentang kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Kala Ku Mencintai Wanita


kala ku mencintai wanita
tiada satu detik mata berkedip mangagumi keindahan tuhan
kala aku mencintai wanita
tiada satu hela nafas pun yang terlewat untuk mengecewakannya
tapi kenapa tiap detak jantung dan tiap hela nafas
tiap2 manuasia penuh dengan nafsu angkara
seakan mereka boneka untuk hiasan dinding
seakan mereka bunga penghias rumah yang dibuang bila layu
walau aku bukan pecinta sejati
hargai mereka cintai mereka seperti
cinta seorang anak kepada ibunya

Dea

Bunga

ribuan pagi seperti biasa
tenang sunyi sepi
bunga di taman
telah lama layu

jiwa yang telah lama gundah
kini kian tenang dan menerima keiklasan
semoga kelak ada bunga2 baru yang menghiasi taman ini
semoga kelak aku tiada ingkar dan lupa akan takdir sang bunga
semoga kelak aku ingat memotong benalu dan menyiram nya
semoga pujangga ini kian tersadar dan terbangun dari mimpi indah nya

semoga

dan tak lelah bait bait puisiku mengalun indah
dan semilir semilir keindahan kembali datang
semoga mentari yang dahulu tertutup rapat kian terbuka
semoga beribu ribu air mata kian menjauh
agar kelak tak kulihat lagi bunga layu dalam taman
agar kelak kulihat kuncup2 keindahan yang mengisi ruang kosong di negri ini

semoga

semoga

entah kapan ...


Kamis, 22 Maret 2012

Dea Adelia Setiawati

 

 

I knew this is an impossible love..
I knew this is ridiculous
I knew I waste my time
I knew it is only a fake things

it is not real,,
this is unreal condition,,
We have our own world
We have our own life

but it still,,
I am starting to familiar with this condition,,
and I am starting to addict

it will be a mess night if I am not see him in a day,,
sometimes I feel he is here,,he is real,, really here beside me,,
but it just a dream,,

he has his own life,, and so I do,,
we have known about this,,
and now we are trying to build our own love,, with our way,, just for both of us,,

seeing you everyday and night,,
no purpose at all,,
just seeing each other,,
smiling,,
laughing,,
sharing,,

thank you for doing many things for me my dear,, my lovely stranger,,

Senin, 19 Desember 2011

Menanti Mati

Berapa banyak lagi rokok yang harus ku habiskan ?
Berapa banyak lagi minuman keras yang harus aku telan ?
Sakit rasanya bila teringat luka lama itu
Masih terngiang di otak dalam kepalaku

Tahukah dirimu untuk sulit bagiku melupakanmu
Melupakan saat-saat indah bersamamu
Meninggalkan kesalahan-kesalahan bodoh akan tingkahku di masa lalu
Sejenak aku ingin mengatakan ini padamu
"Aku mencintaimu, sayang !"

Begitu sulit kata-kata itu terucap
Bibirku terasa terkunci
Sekedar aku ingin mengungkap
Penantian panjang diriku selama ini

Akankah terus begini ?
Akankah kau terus menjauh pergi ?
Sepi dan senyi
Menemaniku, MENANTI MATI

Nikmati Hidup

Datang dan pergi sesuka hati
tak ada yang perduli
mau hidup ataupun mati
semuanya cuman sekali

jadi pahlawan ataukah bajingan
penyelamat ataukah korban
hartawan ataukah gelandangan
semuanya sama sama tertekan

Banyak arti dalam kehidupan
cinta, derita, bahagia, duka, tawa dan tangisan
semuanya ada dalam hati setiap insan
tak perduli manusia ataukah hewan

Hari ini aku kembali
membawa berbagai fenomena dan elegi
untuk kemudian aku kembali pergi
setelah mencurahkan segala rasa didalam hati

Hidup hanya sekali
jangan perduli bagaimana rasanya
hartawan ataukah gelandangan
pahlawan ataukah bajingan
yang pasti jadikan hidup bermutu tinggi
raih apa yang bisa kita raih
jangan perduli apa kata kata org

[non] BLOK

dua bagian yang terpecah
lekang oleh waktu terpisah
menyatukannya hanya jadi bencana
menghasilkan banyak retakan kecil yang terbelah

satu suara yang dikumandangkan
ternyata mendapat sambutan dari smua
walau ada satu dua suara sumbang
namun petinggi mendukung penuh

Kini setelah menyatu
kembali retakan retakan terjatuh
terpisah dan tak pernah utuh
dan yang mendukungpun mundur menjauh

sebuah kebenaran ataukah kesalahan
sebuah berkah ataukah petaka
semua berpulang kembali pada mereka
mereka mereka yang menjalaninya
yang mendukung maupun yang menentang..

Terhempas Jauh Dalam Sepi

Lama tak kembali
mengurai rasa lewat puisi
kini menggorespun tak ada inspirasi
semua kata terasa kian membasi

panas hadir dalam jiwa
menanti waktu yang tak lekang jua
meniti purnama demi purnama
demi harap akan hadirnya cinta

Semua yang berlalu
terasa menghempas dalam kalbu
bagai bunyi yang bertalu talu
menyeret angan dalam kenangan lalu

Akankah smua kembali lagi
atau ego kan mengbungkus sgala nurani
akan kehidupan penuh warna warni
terhempas jauh dalam sepi dan sunyi...

Demi Satu Angan


Tak perlu sumpah atau pula janji
karna smua bisa di ingkari
yang ku butuhkan hanyalah kesetiaan hati
tak berpaling walau ada godaan kemilau duniawi

Tak perlu segala rayuan itu
karna smua hanyalah bualan masa lalu
yang ku mau hanya kesabaran dalam menunggu
walau smuanya harus habis terkikis waktu

Purnama kan bersinar kembali
dan aku juga kan terus menanti
terus dan terus menunggu disini
tak perduli berapa lama pun lagi

Demi satu angan dan tujuan pasti
purnama demi purnama ku lewati
untuk sebuah tujuan dan tekad di hati
menemukan jadi diri dan kesempurnaan abadi . . .

Salahkah Rasa Ini ???

Tiada kata bisa terungkap
Hanya hati mampu memendam
Rasa cinta yang mendalam
Tak ayal melakukan semua

Salahkah rasa ini
Benarkah naluri ini
Tawamu dalam bahagiamu
Tangisku dalam relung hatiku

Apakah cinta hadir dalam hatimu
Mungkinkah anugerah ini ku bendung
Ku hanya ingin ciptakan senyummu
Meski dengan itu aku terluka

Senin, 31 Oktober 2011

Malam Ini

malam ini sgalanya berakhir
malam ini kisah itu usai
malam ini cinta itu mati
malam ini hati itu tak bersisa lagi

malam ini....
menjadi awal bagiku dalam menapak
melupakan kisah yang tlah usai
meninggalkan cinta yang telah mati
membangun kembali hati yang telah hancur

malam ini...
sgalanya terpatri
smuanya membekas
dan smuanya menghilang...

malam ini...
merangkulku erat dalam dekapan hening
menghiasiku dgn butiran embun
membiarkanku menggapai siluet rembulan

I ♥ MY FAMILY

Aku ingat pernah bercerita dalam malam
Tentang satu kekhawatiran
Tentang satu ketakutanku yang pasti akan datang saatnya

Aku masih ingat mengapa aku menangisi semuanya
Betapa aku tak ingin meninggalkan itu semua
Segala kepolosan
Segala kegembiraan, kebahagiaan
Santai, lepas dan tanpa beban

Aku masih ingat semuanya
Jelas membayang menjadi memori dalam ingatanku

Ya menjadi memori, menjadi kenangan
Satu kata yang menunjukkan kejadian itu telah lewat & takkan terulang
Lalu hal² baru akan terjadi diatasnya

Dan saatnya telah tiba
Dimana kekhawatiranku pada saat itu menemui batasnya disini
Hingga tak bisa lagi aku menyebutnya kekhawatiran
Melainkan satu kenyataan yang datang beriringan dengan waktu
Aku sadari kini aku bukan lagi anak²
Aku tau aku tak lagi menangis memanggil ibu saat terjatuh
Tak lagi berlarian ke pelukan ayah saat aku dikejar² ketakutan ku
Bukan lagi bocah yang sedang belajar bersepeda
Bukan lagi bocah yang harus dijaga orang tuanya kemana²
Karena aku telah tumbuh dewasa
Suka atau tidak aku harus bangkit sendiri dari kejatuhan ku
Melawan ketakutan sendiri
Belajar & menjaga diri sendiri

Bukannya aku takut menjadi dewasa
Hanya saja aku takut berpisah dengan mereka
Aku takut jika harus pergi meninggalkan mereka
Atau mereka meninggalkan aku
Karena dewasa akan mengajak ku untuk hidup bersamanya, berpisah dari masa kecil dan ketergantungan kepada orang tua

Lalu mungkin satu persatu dari kami akan memulai hidupnya sendiri
Memulai hidup baru bersama keluarganya yang baru
Aku bingung harus bahagia atau bersedih

Mungkin aku harus bahagia
Karena dewasa berarti mengejar mimpi
Kalaupun aku menangis, harus aku akui ini airmata bahagiaku
Dan aku percaya, sejauh apapun aku pergi dari keluarga ini, hati kami tidak akan pernah jauh
Tidak akan pernah berhenti saling menjaga
Dan Tuhan pun pasti akan menjaga kami

I ♥ MY FAMILY..........

Kamis, 27 Oktober 2011

Bodoh!!!!!!!!

terdiam dalam sudut waktu yang semakin menyempit
menikmati detik demi detik rasa sakit
aku sungguh tak tau
untuk apa aku disini menunggu

aku percaya pada takdir
tapi aku juga ingin merubah takdir
bagai daun di musim gugur
satu demi satu hancur
tak menyisakan sedikitpun pelipur

aku benci diri ku sendiri
diri yang tak pernah mengerti akan jalan hati
diri yang selalu menjadi belati
terus menyakiti tanpa pandang hati

saat mengetahui kau lebih tau segalanya tentang dia
saat kau lebih mengharapkan sosok seperti dia
saat aku yang merasa bahwa aku tak pantas dibanding dia

aku bodoh
bodoh karna tak mampu menjadi seperti dia
bodoh karna telah berfikir bahwa kau lebih pantas dengan dia

dan aku sangat bodoh karna aku tak percaya pada diri ku sendiri

YOU ARE THE LIGHT, ARIEL

ARIEL
Lonely fear lights up the sky,
Can't help but wonder why
You're so far away.

There, you had to take a stand
In someone else's land,

Life can be so strange.
I wish we never had to choose,
To either win or lose,
That we could find a way...
But I won't turn my back again,
Your honor I'll defend
So hurry home, and 'til then...

Stand tall! Stand proud!
Voices that care are crying out loud.
And when you close your eyes tonight,
Feel in your heart how our love burns bright.

I'm not here to justify the cause.

Or to count up all the loss...
That's all been done before.
I just can't let you feel alone.
When there's so much love at home
We're sending out to you.
All the courage that you've known
The bravey you've shown,
Clearly lights the way.

We pray!
To make the future bright,
To make the wrong things right,
Right or wrong, we're all praying you remain strong
That's why we're all here and singing along

You are the voice
You are the light

Untuk Kamu

Untuk kamu yang sekarang sedang terlelap,
aku ingin menjadi gelap malam yang membuat kamu dapat tidur dengan nyenyak
aku ingin menjadi bunyi sunyi yang membuat kamu dapat bermimpi indah
aku ingin menjadi bantal empuk yang menemanimu menguras lelahmu kini
aku ingin menjadi selimut hangat yang menutupi tubuhmu yang kedinginan. 
 
Untuk kamu yang nanti terbangun,
aku ingin menjadi sinar mentari pagi yang menyambut hari barumu
aku ingin menjadi tetesan embun di jendela, lalu menetes di pipimu
aku ingin menjadi burung yang berkicau indah menyenandungkan bahagiamu
aku ingin menjadi koki yang memasak makanan favoritmu di pagi hari. 
 
Untuk kamu yang aku sayang,
aku akan memberi tawa bahagia untuk kamu
aku akan menyelipkan senyum saat tangismu
aku akan selalu menjaga kamu
aku akan selalu ada untuk kamu.

Bahwa Dia ... ...

Aku selalu ingin kembali membukanya
Ceceran pena yang belum sempat jadi buku
Di antara waktu dan jarak yang berlalu

Aku selalu mengingatnya
Meletakkannya sebagai sesuatu yang sulit bagiku

Terkadang aku ingin melepasnya
Membiarkannya hanya menjadi serpihan debu
Menguburnya bersama segala yang terus berpacu

Namun aku selalu kalah
Hatiku berkata dan selalu kembali berkata
Bahwa dialah duniaku
Dalam tetesan tinta pena yang belum sempat jadi buku.

Katakan padaku apakah aku harus kembali padanya
Atau berjalan saja meninggalkannya?!

Tapi bagaimana mungkin aku bisa melupakannya
Dalam dirinyalah duniaku kuletakkan sejak semula.

Sayapku Perih Mencarimu

aku burung malam yang terbang mengitari separuh bumi.
sekedar mencari sahabat sejati yang kian lenyap di telan sunyi
aku letih, sayapku perih
terluka tertusuk, duri mawar rimba, 
 
hai awan wajahmu kelam menghitam
apa hatimu sedang muram?
apa kau tau di mana sahabat hati
aku lelah mencari..?
ah sia sia saja kutanya padamu
kau tak pernah perduli, hidup matiku juga tak kau pedulikan lagi 
 
sahabat hati,di mana kau sembunyi..?
di hutan, atau di gunung?
aku mencarimu, membelah gunung, mendongkel karang
menebas hutan, tak ada setitik jua jejakmu
aku tersesat di gurun tanpa bintang..
aku rindu rintik hujan
aku rindu sejuk embun yang lelehkan rajah rajah yang menikam ulu hati 
 
tusukkan saja belati di dadaku ini…..!!
lalu tenggelamkan dalam getah empedu
biarkan karam dalam hitam tinta kehidupan
tusukkan yang dalam, dera saja ragaku dengan ribuan sayat sembilu 
 
biar berakhir semua penantian
biar berakhir semua pencarian.
aku ingin tidur, aku letih, biarkan aku tidur di sudut hati yang terperih,
aku lelah aku ingin tidur di bawah langit yang tak lagi indah..
dan tak lagi ingin melihat pagi

Minggu, 23 Oktober 2011

Mulai Mengertimu

teriris kata-katamu yang manis
aku coba untuk menyepahnya, namun tak bisa
saat aku berjalan di atas kegalauan
selalu kata-kata mu yang ada dipikiranku....
sial, tangisan itu tak keluar lagi...
habis setahun yang lalu olehmu 
 
aku selalu ingat dirimu
akankah aku liat dirimu di sampingku?
aku hanya bisa memojokkan diri di kamar
entah aku diasingkan atau ditinggalkan
dan tak kulihat ada dirimu di malam itu. 
 
dirimu tak lagi jadi milikku,
bahkan memang tak pernah
aku yang terlalu berharap banyak 
 
tuhan, kalau kau mengizinkan aku untuk lebih dewasa
akan aku kejar dia untuk aku singgahi
namun, kelak diriku akan selalu seperti ini
tak bisa jadi lebih menarik setiap kali ku lihat bunga disebelahku 
 
tapi, aku tak bisa melupakanmu
tak ada yang tahu siapa dirimu
sekalipun aku cerita kepada seseorang
tak kubiarkan dia tahu siapa dirimu 
 
saat aku lihat kau ditengah pasir
aku terbayang, akankah aku terbang bersamamu?
tuhan, kalau kau akan mengizinkan permohonanku,
jadikanlah dia milikku dalam sedetik saja
dan pertemukan aku dengan sisa sisa kebaikannya 
 
tuhan, apakah aku layak menangis setiap malam di hadapanmu?
ataukah aku hanya seonggok debu yang tak mendapat makna apa-apa?
apakah dia salah, atau keadaan yang salah?
tuhan, jika kau izinkan aku bersamanya dalam sedetik,
biarkan aku mati setelahnya dan kau pisahkan aku dengannya
tuhan, aku trlalu banyak berdoa....
namun, dia tak pernah tahu apa yang aku harapkan darinya. 
 
itulah saat aku mulai mengerti darimu

Kenyataan Yang Kejam

Menatap dirimu di dalam anganku
Seolah diriku memilikimu seutuhnya
Walau hatimu tak menempatkanku
Namun kau selalu di hatiku selamanya 
 
Meski sekejap memiliki dirimu
Dari khayal sampai nyata
Seperti harta tak ternilai harga
Aku menyayangimu, mencintaimu 
 
Perih terasa diri kini
Saat kita berpisah, kau pergi
Dan menemukan hati lain
Ku meratap tak kenal tuan
Tak jarang terlintas niat untuk kembali
Kepadamu dan kembali memulainya
Tapi ku bukan Tuhan sang pemilik hati
Aku hanya bisa berusaha sekuat tenaga
Mereka enteng berkata “Lupakanlah dia”
Mudah dikatakan, sulit dilakukan
Atas apa yang telah terjadi
Kenyataan itu kejam, tahu? 
 
Di waktu mengingatmu
Kulihat kau tersenyum
Setiap kupejamkan mata
Dan aku kembali menangis 
 
Menyakitkan, betapa perihnya
Dadaku sampai terasa sulit bernafas
Namun itulah kenyataan
Kenyataan yang kejam

♥___Sepotong Kebodohan___♥

♥___SEPOTONG KEBODOHAN___♥
Karna kebodohan, kulakukan sebuah kesalahan
menyakiti perasaan seorang perempuan
karna kebodohan ia balas dengan kehancuran
menyakitiku dengan merusak masa depan 


ada satu waktu di mana aku tak berdaya
terhanyut oleh problema
masalah hidup yang menggerogoti jiwa
hingga menautkan diri pada lain wanita 


saat smua tlah berlalu
aku kembali seperti dulu
tanpa membawa angan masa lalu
tanpa pernah aku tahu
kalau itu menjadi benalu
yang bersarang dihatimu 


Dendam atas penyelesaian problema
yang menggores dalam dada
membuatmu menduakan cinta
merusak masa depan yang tertata 


kini...
semua tak bersisa
hanya puing puing realita
tempat aku terpuruk disana
hanya bisa memandangmu dahaga
membiarkan jiwa tersenyum lara
mendoakanmu semoga bahagia....

Hari Yang Takkan Pernah Kembali

aku tenggelam dalam hujan
janji ini hanya mimpi?
lalu apa mimpi ini? 

 
aku ingin melihat kalian semua
aku ingin mencintai kalian semua
tapi ini begini caranya?bukan 

 
ketika tangan kita menggenggam bersama
ada angin dingin yang datang dari arah berlawanan
meskipun aku masih bisa bernafas,akhirnya aku runtuh juga
jika kamu bisa mencintai aku lebih dari kata-kata
aku percaya hanya kamu yang berdiri di depan ku
tiba-tiba teringat masa lalu,kali pertama kita bertemu
tidak dapat mengisi kerapuhan ini,bingung di antara air mata 

 
meskipun aku menemukan kenyamanan di dalam kedamaian ini
kamu,bayanganmu,menghancurkanku dari sisi lain 

 
aku ingin melihat kalian semua
aku ingin mencintai kalian semua
jawabannya adalah tenggelam dalam senyum
ketika bayanganku,menghilang kamu tidak mencintai
kami membawa mereka bahwa aku tidak bisa membiarkannya menghilang 

 
meskipun aku melemparkan kata-kata padamu,jika kamu bisa mencintaiku
aku bisa percaya,hanya kamu yang berdiri di depan ku
masa lalu tiba-tiba teringat,menyakitkan setiap kali kamu menyentuhku
aku ingin mencintaimu untuk kekosongan hati ini
karena aku tidak akan membiarkan kamu melihat bagaimana aku menyeka air mata ku
tidak ada lagi tawa di depan ku 

 
menyembunyikan?,ini bukan kami berdua "selamat tinggal"
betapa aku ingin menangis bersama-sama dengan mu di "perpisahan"
kembali berfikir tentang hal itu,aku ingin kamu melupakan
dan menempatkan aku di dalam ruang kosong
jangan mengejar,hari-hari telah berlalu 

 
jangan meninggalkan sesuatu yang lebih dari apa yang sudah pergi
aku memegang ini selamat tinggal,karena aku tertidur
dan panas yang lenyap seperti tembakau 

 
hari-hari yang tak kan pernah kembali,orang yang ku cintai.