Kamis, 27 Oktober 2011

Bahwa Dia ... ...

Aku selalu ingin kembali membukanya
Ceceran pena yang belum sempat jadi buku
Di antara waktu dan jarak yang berlalu

Aku selalu mengingatnya
Meletakkannya sebagai sesuatu yang sulit bagiku

Terkadang aku ingin melepasnya
Membiarkannya hanya menjadi serpihan debu
Menguburnya bersama segala yang terus berpacu

Namun aku selalu kalah
Hatiku berkata dan selalu kembali berkata
Bahwa dialah duniaku
Dalam tetesan tinta pena yang belum sempat jadi buku.

Katakan padaku apakah aku harus kembali padanya
Atau berjalan saja meninggalkannya?!

Tapi bagaimana mungkin aku bisa melupakannya
Dalam dirinyalah duniaku kuletakkan sejak semula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar