Kepada hidup... Tak terbilang tanya atas nasib yang begini rupa mendera tanpa jeda,mengikis sisa semangat yang ada.. Derita disetiap hela menjelma seperti udara...Tuhan,ku sertakan syukur dengan ini,dengan ketakmengertian terdalamku..Dengan kebimbangan sebagai kawan setiaku..Dan syukurku sampai kedalan hatiku yang tak pernah kelam karena cintaMu..
Kini, hatiku tergores
kesedihanKetika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita-pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang?
Atau hanyut terbawa gelombang?
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan.
Kasih, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu
Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan
Termenung ku seorang diri
Tak tahu apa yang ku pikirkan
Sejenak gelap dan tak berasa
Sejenak sesak tak bernafas
Hanya ada hitam dan putih
Tak berwarna tak berkilau
Mencari untuk dinanti
Sebuah janji yang akan kutepati
Cinta ini hilang dan tak berasa
Siapa dia untuk apa dia
Mungkin kah akan terjadi
Sebuah janji nan suci antara kita
Kunikmati walau harus ku akhiri
Kebosanan yang penuh penat
Sampai disini apakah kau kan selalu ada
Biarlah terjadi
Kini kunikmati manis dan pahitnya cinta
Kepada hidup... Tak terbilang tanya atas nasib yang begini rupa mendera tanpa jeda,mengikis sisa semangat yang ada.. Derita disetiap hela menjelma seperti udara...Tuhan,ku sertakan syukur dengan ini,dengan ketakmengertian terdalamku..Dengan kebimbangan sebagai kawan setiaku..Dan syukurku sampai kedalan hatiku yang tak pernah kelam karena cintaMu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar