Selasa, 18 Oktober 2011

Aku Hanya Ingin Berdiri

batang demi batang racun ini ku hisap tanpa henti
alunan musik blues yang mengingatkanku kepada seseorang hingga aku melayang
diiringi suara aliran sungai yang memekakkan telinga
rerumputan berdansa dibawah sinar pergantian bulan dan matahari
angin saling bersahutan kencang
merasuk, membunuh, menggigil
lapisan tipis menutupi tubuhku
bukan untuk melindungiku, tapi melindungi orang lain
karena di balik rusuk yang membentengi jantung dan paru paru terdapat "bom aktif" yang dapat meledak sewaktu waktu
ketika aku hancur, aku tidak ingin orang lain merasakan akibatnya
ah, malam yang indah
memang menyakitkan ketika kita melihat seorang wanita yang kita sayang menangis

kembali aku termenung malam ini
menangisi alunan gitar yang sumbang
membodohi diri sendiri yang sudah bodoh
mendengar suara merdu yang menyesatkan
membakar racun yang menenangkan
menghitung detak jantung yang melemah
meratapi semangat yang mulai patah
mencoba membunuh kepenatan dengan kesedihan
menghabiskan waktu dengan sejuta siksaan
menghibur diri dengan tawa putus asa
oh Tuhan
buat aku terlelap dengan tenang
semakin aku terjaga
semakin aku tertawa
semakin aku menitikkan air mata kebahagiaan semu
wahai bulan, tunjukkan sinarmu yang menyedihkan
temani aku malam ini, malam yang penuh luka
buat aku berbicara tanpa suara
beri aku sinar tanpa harapan
aku tidak ingin hidup menyiksa diri
aku tidak ingin mati di tangan sendiri
aku hanya ingin berdiri
itu saja
wahai matahari
kemana engkau bersembunyi
aku ingin segera mengucapkan selamat pagi kepada seseorang

Lelah Melangkah

Kepada hidup... Tak terbilang tanya atas nasib yang begini rupa mendera tanpa jeda,mengikis sisa semangat yang ada.. Derita disetiap hela menjelma seperti udara...Tuhan,ku sertakan syukur dengan ini,dengan ketakmengertian terdalamku..Dengan kebimbangan sebagai kawan setiaku..Dan syukurku sampai kedalan hatiku yang tak pernah kelam karena cintaMu..

Kini, hatiku tergores
kesedihanKetika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan

Saat-saat langkah terayun
Jarak kita-pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang?
Atau hanyut terbawa gelombang?
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan.

Kasih, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu

Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan

Termenung ku seorang diri
Tak tahu apa yang ku pikirkan
Sejenak gelap dan tak berasa
Sejenak sesak tak bernafas

Hanya ada hitam dan putih
Tak berwarna tak berkilau
Mencari untuk dinanti
Sebuah janji yang akan kutepati

Cinta ini hilang dan tak berasa
Siapa dia untuk apa dia
Mungkin kah akan terjadi
Sebuah janji nan suci antara kita

Kunikmati walau harus ku akhiri
Kebosanan yang penuh penat
Sampai disini apakah kau kan selalu ada
Biarlah terjadi
Kini kunikmati manis dan pahitnya cinta

Kepada hidup... Tak terbilang tanya atas nasib yang begini rupa mendera tanpa jeda,mengikis sisa semangat yang ada.. Derita disetiap hela menjelma seperti udara...Tuhan,ku sertakan syukur dengan ini,dengan ketakmengertian terdalamku..Dengan kebimbangan sebagai kawan setiaku..Dan syukurku sampai kedalan hatiku yang tak pernah kelam karena cintaMu..

More Time With You

terlalu sedikit waktu yg kita lewati
andai masih dan ada banyak waktu
ingin aku benar benar manfaatkan waktu bersamamu
terlalu sulit untuk menjangkau kamu
dengan segala keterbatasan aku..
aku yang slalu tak pernah cukup akan kamu
aku yang slalu ingin meraih kamu

tapi..
kau begitu sulit untuk kuraih
dengan segala kekurangan aku
aku yang slalu ingin dekat dengan kamu
tapi kau malah membiarkan aku menjauh
buat aku mejadi seorang yang pencinta kebebasan
buat aku menjadi seorang yg berjiwa lepas
perlihatkan kepadaku yang belum pernah aku lihat
bicarakan hal-hal yang tidak pernah aku dengar
sekalipun itu tabu.. 

andai aku boleh meminta
aku hanya ingin lebih banyak waktu bersamamu
aku ingin membuat kisah yang hebat tentang kita
walaupun kita sadar tak ada yg bisa dibanggakan dari kita

doing again kissing untill we sleep
leaning back on your back when the queue to buy movie tickets
make you upset with the attitude I've never sensitive
do the things that make you surprised that I was stupid

and one that I want to .. really
I want to kiss under the rain with you

Hingga Ia Percaya

Biarkan mataku mengering...
Sekering gurun sahara....
Demi membuatmu percaya....

Biarkan tetesan darahku terus menetes...
dan aku diincar kawanan burung bangkai...
yang siap menyantapku...
Demi membuatmu percaya...

Biarkan hujan membasuh diriku...
Mengalirkan semua perasaan yang membasahi jiwaku...
Agar setiap kau bertemu air,
kau akan merasakan apa yang kurasakan..
Dan itu demi membuatmu percaya...

Aku hanya punya 1 nyawa...
Dan juga hanya punya 1 rasa untuk 1 nama...
Jika suatu saat waktu memanggilku...
Aku akan memohon...

Agar ombak menelan jiwaku...
Di laut kesedihan yang sunyi...
dan Bulan menguapkan semua perasaanku...
lalu memancarkannya di Bintang...

Sehingga ia tahu...
Sehingga ia sadar...
Sehingga ia percaya...
1 orang yang menyayanginya,
yang mencintainya,
telah menyatu menjadi bintang,
dan selalu menemaninya setiap saat,
walau kadang tak terlihat...

dan semoga itu...
membuat dia percaya....

Loving perfectly with no any reason

Satu alasan mengapa cinta tak harus memiliki
Hidup ini adalah singgah sementara di bumi
Betapapun besar rasa ini untukmu
Aku hanya ingin menjadi bagian dari senyum dan tawamu

Walaupun malam terasa dingin menusuk
Sesaat pagi menjelang dengan kehangatan
Mengubah kesepian bayang-bayang masa lalu
Tergantikan oleh semangadh hari ini

Hari ini adalah hasil tumpukan masa lalu
Perlahan bergerak sambut masa depan

Dulu kita bahagia
Sekarang kamu bahagia
Tak ada alasan untukku tak bahagia
Senyum ini adalah hasil karyamu

Aku tak ingin waktu terulang
Karena hidup adalah maju
Dan waktu belum lepas dari kesombongan
Terus berjalan tanpa menatapku kelelahan

Suatu saat nanti aku akan temukan cermin diriku
Seseorang yang lebih baik dengan paras yang menyejukkan


Apa yang aku rasakan saat ini sudah lebih dari cukup
Tanpa menyurutkan niatku tuk berbuat lebih banyak
Semua yang kudapatkan adalah anugerah
Meski sebagian orang menyebutnya musibah

Kamu, dia dan mereka selalu buatku tersenyum
Hampir tak ada alasan mengapa aku harus bersedih
Bukan karena hati ini mati
Kutemukan beberapa kunci bahagia di dunia

Ikhlas dan berbagi adalah diantaranya
Membahagiakanmu adalah kebahagianku

Ternyata hanya dengan berkata baik
Bisa membuat seseorang bersemangat

Ternyata dengan satu senyum
Bisa melahirkan jutaan senyum

Apa yang ada di sekelilingku adalah aku
Apa yang ingin kuharapkan adalah aku

Semuanya kembali padaku dan bagaimana aku memaknai keadaan ini.

Kau Bukan Hujan Terakhir Dimusim Ini

Aku bukan bagian terindah dari sajak-sajak cinta yang dinyanyikan bunga untuk kupu-kupu
Aku bukan detak alunan gerimis saat mendung mencumbu ujung senja.
Aku hanyalah dingin, dan ilalang pun tak sudi menatapku.

Aku ingin menangis bersama hujan, tercacah rintik gerimis dan terbakar terik mentari, untuk sebatas menunjukkan indahnya warna pelangi padamu.
Aku hanya ingin melantunkan nyanyian sepi yang tak tersampaikan oleh awan mendung kepada langit biru. menyampaikan nyanyian malam, kepada kelam yang selalu terdiam. meski ku tau, laguku tak bersajak, dan melodiku telah pergi.
Atau.. haruskah kusayat urat nadiku, agar kau sudi berpaling sedikit saja?

Tidak cinta, kau bukan hujan terakhir di musim ini,
Meski ku akui, kau lah yang terderas.
Kau bukan mentari terakhir di kisah ini, meski tanpamu langit membeku.
Kau pelengkap nada di kala melodi rindu mulai beralun.

Meski aku memikirkanmu lebih banyak dari jumlah tarikan nafas yang kuhela.
Dan meski kau memikirkanku, seperti bagaimana kupu-kupu memikirkan kepompongnya.
Mungkin lebih baik aku berhenti terbang, daripada ku terjatuh terlalu dalam.. pada malam yang tak pernah berujung pagi.

Embun

Seberapapun sang surya berusaha menghilangkanmu, kau tetap kembali
tak pernah sakit hati dengan panasnya yang meniadakanmu
yang kau tahu, sejukmulah yang ditunggu
Maka kau pun tak pernah mundur kebelakang

Seberapapun Sang Hujan mengalahkanmu, kau tetap ada di sana
walaupun tetes mungilmu tak terliat diantara buliran besar air hujan
Yang kau tahu, dedaunan, hamparan rumput, bumi, merindukan sentuhan lembutmu


Seberapapun sang bayu menerjangmu, kau masih terus melaksanakan tugasmu
Walau kadang kau akan hilang tak berbekas
Yang kau tahu pagiNya selalu merindumu


Maka mengapa menyerah walaupun kalah
Maka mengapa sedih walaupun hati telah tersakiti
Maka mengapa ragu, karena qadla belum menjadi qadarNya
Semangatlah
karena embun begitu menyejukan